(1) LANGIT-BUMI BERTADARUS
Pada senin yang paling wahyu
Lembar-lembar cahaya menuruni gua hira
dengan bunyi serupa lonceng yang gemerincing
dan berkat malaikat Jibril, ayat demi ayat yang semula
tersimpan di lauh mahfuz terangsur dari sama’ yang temaram
dari yang kekal kepada yang fana, menuju dunia yang paling
akhirat
di latar 17 Ramadan, angin beri’tikaf, dedaunan mempuasakan
geraknya, senyap
gemintang tertahan dalam kepalan pemiliknya, mengatupkan
segala gemerlap dari jagat
tiada hari tanpa kitab suci sesudah garis tangannya terbubuh
pertama kali di bulan yang ratu
tanpa luruhan udara di atas lilin, tanpa malam kembang api
atau panggung pelangi
cukup dengan mengaji kalamullah yang menunjuki jalan-jalan
lurus
kehadirannya mengesat ribuan kubik air mata kerinduan
mematikan berhala yang mematung di ari-ari zaman
surah-surahnya menjadi bayan dan telunjuk bagi hati, jiwa
dimana nama Tuhan hampir meranggas dan melayap dari tartil dadanya
ibarat senjata, mata air dan setahta cahaya yang tak kan
binasa, huruf demi hurufnya
mengembunkan karat-karat kehidupan, menggiring kunang
beserta gemawan ke barat daya
perlahan dan santun, Langit-Bumi pun bertadarus,
menghanguskan dosa-dosa
dunia pun melompong,
alam semesta menghamba, menyembah, menyeru
kepada sang Khaliq dengan
sujud paling khusyuk
pelepah kurma, lempengan batu, kepingan tulang
menjadi prasasti untuk Qur’an yang dimuliakan
sebagai benih yang tersemai di surga
pemberi syafaat paling utama
Sekaran, 26 Juli 2013
(c) YULI ARISTA
Lahir di Bojonegoro 1 Juli 1993, adalah mahasiswi jurusan Agroteknologi Universitas Jember.
Ia tinggal di Desa Sekaran, Kec. Kasiman, Kab. Bojonegoro. Bisa disapa melalui akun FBnya : Arista Anemone Rega. E-mail-nya :
arista.anemone@gmail.com HP 085740949713
(2) YANG JALANG BAGI SETIAP KEMUNGKINAN
: Chairil Anwar
engkau
barangkali telah meluruskan jemari kata-katamu
yang ingin hidup seribu tahun lagi
dengan jalang yang bersuara lantang
melebihi usia yang dipanjangkan kemungkinan
kini Tuhan berbaik hati membiarkan orang-orang merawat masa silam
tentang sepuntung rokok yang asapnya melahirkan berbagai macam perayaan;
membiarkan puisi-puisi membibirkan segala pintu
di setiap koran hari minggu
orang-orang terlanjur percaya bahwa mereka bisa menarik
dirimu yang usia muda dalam diri mereka
dengan susah payah menuntaskan keinginan gelisah
yang membawa diri mereka kepada sesat riuh luka yang siasat
bagi pikiran yang menumpang seisi badan
kemudian lekas-lekas menumbuhkan diri dengan menampung obat-obatan
yang dibangun dengan melangitkan harapan
agar tak bercarut-larut dalam segala macam kesalahan yang memanjat.
Kalirandugede, Juli 2013
yang ingin hidup seribu tahun lagi
dengan jalang yang bersuara lantang
melebihi usia yang dipanjangkan kemungkinan
kini Tuhan berbaik hati membiarkan orang-orang merawat masa silam
tentang sepuntung rokok yang asapnya melahirkan berbagai macam perayaan;
membiarkan puisi-puisi membibirkan segala pintu
di setiap koran hari minggu
orang-orang terlanjur percaya bahwa mereka bisa menarik
dirimu yang usia muda dalam diri mereka
dengan susah payah menuntaskan keinginan gelisah
yang membawa diri mereka kepada sesat riuh luka yang siasat
bagi pikiran yang menumpang seisi badan
kemudian lekas-lekas menumbuhkan diri dengan menampung obat-obatan
yang dibangun dengan melangitkan harapan
agar tak bercarut-larut dalam segala macam kesalahan yang memanjat.
Kalirandugede, Juli 2013
(c) FINA LANAHDIANA
Lahir di Kendal 19 Februari 1992.
Suka menulis cerpen dan puisi di blog www.filadina.blogspot.com Alamat: Ds Kalirandugede Rt 06 Rw 01, Kec. Cepiring, Kab. Kendal 51352
Suka menulis cerpen dan puisi di blog www.filadina.blogspot.com Alamat: Ds Kalirandugede Rt 06 Rw 01, Kec. Cepiring, Kab. Kendal 51352
HP: 081805904012
(3) TIDAK MATI
Bung, kau tak mati bung!
Kau tetap jalang di antara para binatang,
rimba cerita yang kau tabur, belum kau
tuai, rimbun puji, belum kau dengar,
Bung, kau tak mati bung!
Seribu tahun
belum kau lampaui, bahkan belum seratus tahun ini bung
Aroma keringatmu masih
pekat, kau terlalu jalang ditindih nisan
Bung. kau tak mati bung!
Kau
hanya yang terampas dan yang putus, mati yang gubah, belum perlu kau jalani,
seribu tahun masih jauh bung, kau terlalu besar ditampung nisan!
Bung jangan
mati dulu bung!
Bung. kau jangan mati bung!
Perdengarkan lagi pada kami, yang terampas bahasanya, dan yang putus
lantangnya,
ayo bung perdengarkan!
Bung, sungguh kami juga mati bung!
Tulisan kami tak lagi dimengerti, bahasa kami kian dicaci-maki, tinggal tuas
dipojok lemari,
hilang bentuk,diantara bangkai puisi
Huh!... Tapi bung, kau sudah mati
bung!
Meninggalkan kami,cerita jalang. Mewarisi kami jiwa-jiwa kebal.
Bekal
kami,terjang jalanan
Pelipur kami yang dari kumpulannya terbuang..
Terima
kasih bung, kau tetap binatang jalang kami.
Dan kau munkin tidak mati..
(c) AHMAD IRFAN
Kelahiran 22 Mei 1989 tinggal di Dk.Caren Ds. Semawur 03/1 No. 85
Kec. Ngawen Kab.Blora 58524
HP +6285741222016
(4) ETOILE FILANTE
Malam lengang senyap melumuri Jabal Nur hingga ke lereng bukit sampai ke liang Hira malam itu empat belas abad yang lalu ia bertahanut tak berkawan dalam upaya menemukan diri
Ia dipeluk makhluk cahaya ia adalah pusat cahaya yang tidak menyadari siapa yang mendekapnya
Kata pertama telah dibisikkan akan tetapi ia tak mampu membaca dengan tubuh gemetar dan rasa dingin yang mencekat kerongkongan ia mencoba menumbangkan ketakutan menyibak kegelapan di dalam goa
Satu kata sebuah nyala yang kelak membuka jalan menuju cahaya dan membuka hatinya, dimana semesta meminjam pijar darinya
'bacalah'
Loverstopia, 26 Juli 2013 10.08 wib
Malam lengang senyap melumuri Jabal Nur hingga ke lereng bukit sampai ke liang Hira malam itu empat belas abad yang lalu ia bertahanut tak berkawan dalam upaya menemukan diri
Ia dipeluk makhluk cahaya ia adalah pusat cahaya yang tidak menyadari siapa yang mendekapnya
Kata pertama telah dibisikkan akan tetapi ia tak mampu membaca dengan tubuh gemetar dan rasa dingin yang mencekat kerongkongan ia mencoba menumbangkan ketakutan menyibak kegelapan di dalam goa
Satu kata sebuah nyala yang kelak membuka jalan menuju cahaya dan membuka hatinya, dimana semesta meminjam pijar darinya
'bacalah'
Loverstopia, 26 Juli 2013 10.08 wib
(c) AAN NURWILUJENG
Kelahiran 28 Desember.
Jl. Antareja No. 5
Wedarijaksa
Pati Jateng
59152
HP 08976350555 https://www.facebook.com/loverstopia
---
KARENA PUISI ADALAH HIDUP DAN KEHIDUPAN ITU SENDIRI
BUKAN HITAM DI ATAS PUTIH
BUKAN PULA PEMANIS
www.langitkendal.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar