Bukan karna khuldi yang menyeretku dari keindahan dan kenikmatan taman. Adalah Hawa yang mengajakku pergi dari kesendirian.
...
”Adam, aku inginkan kenikmatan dan keturunan, aku ingin menanam khuldi
di bumi. Biarlah kita tak merasakan hasilnya, tapi anak cucu kita
menikmatinya”.
Aku menatap Hawa dengan kerahasiaan, ”Hawa, bukankah dunia kumpulan kerusakan kefanaan dan ketakabadian ...”
”Adam, bukankah kita bagian dari itu, mengapa kau takut pada pikiranmu,
mengapa kau takut kehilangan? Adam, aku ingin kau mengajakku turun ke
bumi sekarang juga!!” ”Dengan apa?” ”Dengan sayap kita” ”Bukankah telah patah” ”Baik,pinjamkan sayap untukku kepada Jibril” ”Tapi...” ”Kalau kau tak mau, aku turun sendiri tanpamu” ”Baiklah, aku turuti keinginanmu .... ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar