sudah sejak lama aku merindukanmu. dari musim kemarau sampai kemarau lagi. rindu ini mengering di gurun aku kehausan. matahari tak memberi ampun sedikitpun. panasnya membakar segala yang terpantulkan oleh api. membakarku penuh pada jilatan-jilatan cahaya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Tubuh Matahari
tubuh matahari di matamu kuning langsat tetiba hadir di rumahku tanpa salam pun pesan kau terus menyediakan angan bagi pertapa yang kensunyi...
-
Saya bukan sastrawan, kritikus atau pengamat sastra. Kebetulan saja saya suka dengan sastra. Meski sastra kadang membingungkan dan menjadi ...
-
entah seperti asing namaMu tak ada ruang luas bagiMu tuk leluasa menjelajahi setiap gerik nafasku aku yang yang sombong tak mau sujud ...
-
rinduku kuselipkan pada kelopak mawar merah yang tertata rapi di setiap sudut keindahan rinduku adalah sekuntum mawar menghias kamar...