sepasang mata yang menancap tajam
di lidahku, Kekasih
goresannya membentuk garis katulistiwa
membentang dari ujung sampai pedang
alifku luntur dibawa kabur angin
yang pernah singgah di celah batu hatiku
semua runtuh sama sekali tak bertiang
rubuh menara paling tinggi
yang pernah ku bangun di sini
di niatku di hatiku
sepasang mata meludahiku
tepat di dahiku
“coba cari, darimana asalnya gerhana di hati?”
Langit Kendal, 25042008
Jumat, 12 April 2013
Silahkan Penggal Kepala Hamba, Paduka
silahkan penggal kepala hamba
paduka
hamba tak pantas
menjadi abdimu lagi
terlalu banyak pengkhianatan hamba
pada kerajaan ini
silahkan paduka
penggal saja kepala hamba
sebelum ada pemberontak
yang membela pengkhiatan ini
sebelum izroil keburu mencabut nyawaku
atau kau takkan pernah
punya mahkota lagi
paduka
Langit Kendal, 08042008 - 05042013
paduka
hamba tak pantas
menjadi abdimu lagi
terlalu banyak pengkhianatan hamba
pada kerajaan ini
silahkan paduka
penggal saja kepala hamba
sebelum ada pemberontak
yang membela pengkhiatan ini
sebelum izroil keburu mencabut nyawaku
atau kau takkan pernah
punya mahkota lagi
paduka
Langit Kendal, 08042008 - 05042013
Penjarakan Aku, Kekasih
tak ada jalan keluar untuk lepas
dari lorong cintaMu
dan itu yang ku mau
Kekasih, penjarakan selalu
aku dalam CintaMu
dan sesering mungkin
tengoklah kesendirianku
sedang di penjaraMu aku bahagia dan menikmatinya
jangan Kau bebaskan aku dalam dunia fatamorgana ini
Kekasih duhai Kekasih
Langit Kendal, 17032008/ 02.33
(c) Bahrul Ulum A. Malik
dari lorong cintaMu
dan itu yang ku mau
Kekasih, penjarakan selalu
aku dalam CintaMu
dan sesering mungkin
tengoklah kesendirianku
sedang di penjaraMu aku bahagia dan menikmatinya
jangan Kau bebaskan aku dalam dunia fatamorgana ini
Kekasih duhai Kekasih
Langit Kendal, 17032008/ 02.33
(c) Bahrul Ulum A. Malik
Cermin Retak
hanya sebatas sebening kaca
ketika cermin retak dan runcingnya
melukai wajah mendungku
hingga aku lupa
bahwa aku menatap diriku sendiri
darah basah bersimbah merah
langitkendal, 23022008/ 23.06
ketika cermin retak dan runcingnya
melukai wajah mendungku
hingga aku lupa
bahwa aku menatap diriku sendiri
darah basah bersimbah merah
langitkendal, 23022008/ 23.06
Cinta Fatamorgana
: kepada dia yang merasa
Tuhan jika memang dia bukan untukku jauhkanlah perasaan rinduku perasaan cintaku atas dirinya
Tuhan
jika memang
dia bukan untukku
jauhkan dirinya dariku
atau aku darinya
Tuhan
jika dia untukku
dekatkanlah
aku tak sanggup tersiksa
atas cinta fatamorgana
Rembang, 24102004
(c) Bahrul Ulum A. Malik
Tuhan jika memang dia bukan untukku jauhkanlah perasaan rinduku perasaan cintaku atas dirinya
Tuhan
jika memang
dia bukan untukku
jauhkan dirinya dariku
atau aku darinya
Tuhan
jika dia untukku
dekatkanlah
aku tak sanggup tersiksa
atas cinta fatamorgana
Rembang, 24102004
(c) Bahrul Ulum A. Malik
Nasehat Diri
-- sudah saatnya menjadi diri sendiri. bukan
tergantung pada orang lain. Tuhan telah memberikan kelemahan sekaligus
kekuatan pada diri. tinggal kita mengolah setiap hembus nafas yang Ia
percayakan pada kita. kita punya kekuatan untuk menerobos, bahkan
meruntuhkan tembok kekalahan. sehingga berdiri kokohlah niat dan
kekuatan yang telah dipersiapkan. apa kau masih ragu pada diri sendiri,
padahal telah jelas Ia membelamu dengan sungguh-sungguh. sudah saatnya
kelemahan menjadi kekuatan, dan kekuatan menjadi harapan. indah dan
buruk hidup ada di tangan kita masing-masing. yakinlah!!
apa kau masih ragu pada kekuatanmu sendiri, wahai Bahrul Ulum A. Malik? atau kau akan hidup sia-sia?
Kamar Atas, 12042013
apa kau masih ragu pada kekuatanmu sendiri, wahai Bahrul Ulum A. Malik? atau kau akan hidup sia-sia?
Kamar Atas, 12042013
Sabtu, 16 Februari 2013
LAUNCHING ANTOLOGI PUISI "SOGOKAN KEPADA TUHAN"
![]() |
| Cover Buku |
adalah antologi puisi 9 penyair : Ali Murtadlo, Amalia Ulfah, Bahrul Ulum A. Malik, Heri Chandrasantosa, Kelana Siwi Kristyaningtyas, Mezbach El Moneer, Moch Taufiqurrohman, Setia Naka Andrian dan Slamet Priyatin oleh Lembaga Sastra Rakyat (LESTRA) dan Forum Kantong-kantong Budaya Kendal (FK2BK).
Gerimis telah menghiasi Launching Antologi Puisi Sogokan Kepada Tuhan (SKT) pada Jumat 15 Pebruari 2013 dimulai pukul 20.00 WIB sampai 22.30 WIB. bertempat di Djava Caffe - Sekopek Kaliwungu Kendal. Launching tersebut telah diisi berbagai acara : Anugerah Sastra, bazar buku, pembacaan puisi, musikalisai puisi, dan diskusi sastra yang dimoderatori Mahmoud Elqadry.
Masing-masing penyair mengusung tema yang berbeda-beda. Tentang Tuhan, Cinta, Manusia, Negara, dan Ke-aku-an. Semua penyair punya gaya khas sendiri.
Simak saja salah satu puisi Bahrul Ulum A. Malik yang berjudul Lilin Kecil dimusikalisasi oleh Kang Kempu :
Lilin Kecil
aku bukan
matahari
yang mampu
menyinari
dan
hangatkan palungmu
aku bukan
rembulan
yang mampu
terangi gelapmu
dan
berikan keindahan bintang
di tiap
malam-malammu
aku hanya
lilin
yang
mungkin tak mampu
bermain
mata denganmu
dan aku
tak mampu bertahan
lebih lama
seperti
matahari atau rembulanmu
sayang
2009
Simak juga puisi Heri Candrasantosa "Pulang" yang nyanyikan oleh Pakde Arief :
Pulang
: Oka
Maaf,
aku harus pulang, meski sejenak
merebahkan diri bersama rumah
sebab rumah menunda kematianku
sebab rumah meniadakan putus asaku
Maaf
aku mesti pulang sebeleum aku pergi
sebab pulang menghilangkan penatku
sebab pulang mengembalikan nafasku
sebelum esok ku mesti bergeming
bersama orangorang yang tertindas melanjutkan perjalanan
menantang matahari hidup
Sanggarhati - Boja, Juli 2008
Dalam acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh seniman/ budayawan belaka. Sebut saja para pengamat seni, sastra, maupun politik hadir Sawali Tuhusetya, Muslikhun, Babe Eko Sutikno, Kartiko, dll.
| Penyerahan Anugerah Sastra, oleh Slamet Priyatin |
| Ngopi Bareng Seniman dan Budayawan |
| Penyair Ali Murtadlo "Menyogok Tuhan" |
| Penyerahan Buku sebagai simbolis Launching |
| Penyair Kelana Siwi Kristyaningtyas - Kali ini tentang Cinta |
| Penyair Mezbach El Moneer - Penyair Sufi |
| Kartiko (Politikus), salah satu penerima Anugerah Sastra Lestra |
| Musikalisasi Puisi oleh OGSB |
| Penghayatan |
| Penyair Setia Naka Andrian |
| Penyair Bahrul Ulum A. Malik |
| Musikalisasi Puisi -- Pakde Arif dan OGSB |
| Kelana dan Babe Eko Sutikno (Budayawan) |
| Mahmoud Elqadry - Budayawan |
| Pemerhati Seni |
| Penyerahan Anugerah Sastra, Lestra |
| Sesama Penyair |
| Penyair Moch Taufiqurrahman |
| Belajar |
@langitkendal
Langganan:
Postingan (Atom)
Tubuh Matahari
tubuh matahari di matamu kuning langsat tetiba hadir di rumahku tanpa salam pun pesan kau terus menyediakan angan bagi pertapa yang kensunyi...
-
entah seperti asing namaMu tak ada ruang luas bagiMu tuk leluasa menjelajahi setiap gerik nafasku aku yang yang sombong tak mau sujud ...
-
Saya bukan sastrawan, kritikus atau pengamat sastra. Kebetulan saja saya suka dengan sastra. Meski sastra kadang membingungkan dan menjadi ...
-
Jumlah aqoid ada 50 karena terdiri atas: Sifat wajib bagi Allah Swt. (20) Sifat mustahil bagi Allah Swt. (20) Sifat jaiz bagi Allah Swt. (1)...
