Jumat, 15 Februari 2013

Dari Nadine Himaya

kagem Kak Bahrul..

mungkin kehadiranku baru bisa berwujud sepersekian lampir doa yg besok mungkin kakak lihat diantara para hadirin yg mendatangi launching bukumu. sebenarnya ada sepotong iri yg meremah ingin sepertimu. buku dengan namaku belum rampung rampung juga. stok kalimatku membatas. aku butuh suntikan virus darimu, kak mubaqi, kak usman arrumy, kak mahmud mak, dan semua nama yg belum kuat kusebut persatunya disini, yg dimana milyaran pasang aksaranya menghipnotisku dalam POETICA. aku iri..
kembali pada keabsenanku dalam launchingmu besok.. mungkin, dengan ketersediaan kondisi yg membatas, siapa tahu kakak sepupu tercintaku ini terenyuh hatinya untuk membawakan oleh2 sebuah buku yg resmi mengudara karsa besok ke kemas paket menuju bumi rantau kudusku :p
yah.. sekianlah.. terimakasih :D


15022013/ dinihari

Jumat, 11 Januari 2013

Surat Facebook Nadine Himaya

kagem kak Bahrul..

kemruyuk masyarakat hati. meminta sesuatu diteliti tanpa aba, ia meminta rindu untuk dieja, entah rindu kemana, membungkus maksud apa, banyak sekali aksara memprotes runtutan dilema. kabar jiwa sekarat dalam nestapa
riuh, penuh, seluruh
entah rasa yg meraja
ini wajar masaku atau ada sesuatu? galak sekali ego mengutuk sendu. mencengkeram memaksa diperiksa. maunya apa, entah bagaimana. tolong genggam, bantu aku meredam. tolong cari yg terpendam, jangan sampai aku karam.

08012013 20.11
kudus kecil

Sabtu, 05 Januari 2013

kudus, hujan..

(c) Nadine Himaya

sayangnya rindu masih membiarkanmu bertandang.
siluet namamu saja membuatku terseok bukan kepalang.
jemari anganmu mencumbuku hingga melayang.
lalu kemana hati kau biarkan terbang?

lepaskan mayamu dari warasku.
buka cintamu yg kau jadikan sangkar madu.
lelapkan jerat yg kau berinama rindu itu.

pujangga..
damai saja kau diseberang sana.
jangan kutuk aku dengan sengsara.
lenyapkan aksara yg kau susun c i n t a.
biarkan yg Maha Ada bekerja.

tak akan ada rusuk yg tertukar.
kini, biarkan dulu aku melangkah lebar

04012013 23:52

jagad kecilku

Jumat, 04 Januari 2013

MERDEKA DARI MATAMU

apapun yang terjadi aku akan tetap MERDEKA!! aku ingin bebas, kau takkan bisa mengurungku dalam sangkar kata-katamu. aku akan tetap menerjang. meski hujan lebat ataupun halilintar menyambar. aku takkan pedulikan lagi nasehat-nasehatmu. karena bagiku, hidup dan kehidupan adalah sebuah proses. gagal ataupun berhasil itu urusan tuhan. ah, sepertinya aku harus segera bergegas pergi dari hadapanmu. bukan mati.

langitkendal, 04012013/23.20

Selasa, 01 Januari 2013

2013

tak ada terompet yang kutiup untuk merayakan kehadiranmu
ataupun petasan yang akan ku ledakkan menyambut tahun baru
aku hanya bisa melihat dari jauh gemerlapnya bintang yang saling menyerang
dan dentuman nada-nada yang mengusik nyamuk di telingaku

ya, aku hanya bisa melihat bersama anak-anakku 
yang tangisnya lebih keras dari suara ledakan tawa dan kembang apimu
kami hanya bisa melihat, tak bisa menikmati 
sebab untuk membeli segenggam beras saja kami tak mampu

langitkendal, 01012013/ 09.00

Minggu, 23 Desember 2012

PESONA

sungguh
aku tak sanggup 
menatap pesona wajahMu
yang benderang 
di matahari 
dan bernafas di embun suci
mengalir 
selalu mengalir 
tanpa henti di sungai hati

hadirMu adalah
bunga-bunga bermekaran
dan abadi wangi

langitkendal, 23122012/07.45 wib
: buam

Rabu, 19 Desember 2012

LUKA YANG MAWAR

: kepada Eno 

akulah mawar yang setiap pagi menyapa 
dan memberi ruang wangi di jendela kamarmu
kau petik dan kau letakkan aku di pot-pot putihmu

akulah mawar berduri
penjaga matahari dan angin di kelopakmu
kini aku tak peduli dengan guguran daun tanpa makna
yang masih selalu kau jejalkan di telingaku aku tak butuh itu


aku hanya ingin
selalu menari bersama kupu-kupu
yang riang gembira mengitari bunga-bunga

lukaku mawar bersimbah darah
terbakar dan tersayat bersama airmata
aku rapuh bagai ranting yang peluh

tidak!!
aku tak boleh kalah dengan luka ini
aku pasti menang dari sindiran-sindiran angin malam
karena memang awalku adalah sang pemenang

lukaku mawar
namun tetap memberi wangi
di jendela kamar dan menyapamu
di setiap fajar, sayang ...

Pendopo Kabupaten Kendal, 16122012/ 11.00

: Bahrul Ulum A. Malik

Tubuh Matahari

tubuh matahari di matamu kuning langsat tetiba hadir di rumahku tanpa salam pun pesan kau terus menyediakan angan bagi pertapa yang kensunyi...