kagem Kak Bahrul..
mungkin
kehadiranku baru bisa berwujud sepersekian lampir doa yg besok mungkin
kakak lihat diantara para hadirin yg mendatangi launching bukumu.
sebenarnya ada sepotong iri yg meremah ingin sepertimu. buku dengan
namaku belum rampung rampung juga. stok kalimatku membatas. aku butuh
suntikan virus darimu, kak mubaqi, kak usman arrumy, kak mahmud mak, dan
semua nama yg belum kuat kusebut persatunya disini, yg dimana milyaran pasang aksaranya menghipnotisku dalam POETICA. aku iri..
kembali pada keabsenanku dalam launchingmu besok.. mungkin, dengan
ketersediaan kondisi yg membatas, siapa tahu kakak sepupu tercintaku ini
terenyuh hatinya untuk membawakan oleh2 sebuah buku yg resmi mengudara
karsa besok ke kemas paket menuju bumi rantau kudusku :p
yah.. sekianlah.. terimakasih :D
15022013/ dinihari
Jumat, 15 Februari 2013
Jumat, 11 Januari 2013
Surat Facebook Nadine Himaya
kagem kak Bahrul..
kemruyuk masyarakat hati. meminta sesuatu diteliti tanpa aba, ia meminta rindu untuk dieja, entah rindu kemana, membungkus maksud apa, banyak sekali aksara memprotes runtutan dilema. kabar jiwa sekarat dalam nestapa
riuh, penuh, seluruh
entah rasa yg meraja
ini wajar masaku atau ada sesuatu? galak sekali ego mengutuk sendu. mencengkeram memaksa diperiksa. maunya apa, entah bagaimana. tolong genggam, bantu aku meredam. tolong cari yg terpendam, jangan sampai aku karam.
08012013 20.11
kudus kecil
kemruyuk masyarakat hati. meminta sesuatu diteliti tanpa aba, ia meminta rindu untuk dieja, entah rindu kemana, membungkus maksud apa, banyak sekali aksara memprotes runtutan dilema. kabar jiwa sekarat dalam nestapa
riuh, penuh, seluruh
entah rasa yg meraja
ini wajar masaku atau ada sesuatu? galak sekali ego mengutuk sendu. mencengkeram memaksa diperiksa. maunya apa, entah bagaimana. tolong genggam, bantu aku meredam. tolong cari yg terpendam, jangan sampai aku karam.
08012013 20.11
kudus kecil
Sabtu, 05 Januari 2013
kudus, hujan..
(c) Nadine Himaya
sayangnya rindu masih membiarkanmu bertandang.
siluet namamu saja membuatku terseok bukan kepalang.
jemari anganmu mencumbuku hingga melayang.
lalu kemana hati kau biarkan terbang?
lepaskan mayamu dari warasku.
buka cintamu yg kau jadikan sangkar madu.
lelapkan jerat yg kau berinama rindu itu.
pujangga..
damai saja kau diseberang sana.
jangan kutuk aku dengan sengsara.
lenyapkan aksara yg kau susun c i n t a.
biarkan yg Maha Ada bekerja.
tak akan ada rusuk yg tertukar.
kini, biarkan dulu aku melangkah lebar
04012013 23:52
sayangnya rindu masih membiarkanmu bertandang.
siluet namamu saja membuatku terseok bukan kepalang.
jemari anganmu mencumbuku hingga melayang.
lalu kemana hati kau biarkan terbang?
lepaskan mayamu dari warasku.
buka cintamu yg kau jadikan sangkar madu.
lelapkan jerat yg kau berinama rindu itu.
pujangga..
damai saja kau diseberang sana.
jangan kutuk aku dengan sengsara.
lenyapkan aksara yg kau susun c i n t a.
biarkan yg Maha Ada bekerja.
tak akan ada rusuk yg tertukar.
kini, biarkan dulu aku melangkah lebar
04012013 23:52
jagad kecilku
Jumat, 04 Januari 2013
MERDEKA DARI MATAMU
apapun yang terjadi aku akan tetap MERDEKA!! aku ingin bebas, kau takkan bisa mengurungku dalam sangkar kata-katamu. aku akan tetap menerjang. meski hujan lebat ataupun halilintar menyambar. aku takkan pedulikan lagi nasehat-nasehatmu. karena bagiku, hidup dan kehidupan adalah sebuah proses. gagal ataupun berhasil itu urusan tuhan. ah, sepertinya aku harus segera bergegas pergi dari hadapanmu. bukan mati.
langitkendal, 04012013/23.20
langitkendal, 04012013/23.20
Selasa, 01 Januari 2013
2013
tak ada terompet yang kutiup untuk merayakan kehadiranmu
ataupun petasan yang akan ku ledakkan menyambut tahun baru
aku hanya bisa melihat dari jauh gemerlapnya bintang yang saling menyerang
dan dentuman nada-nada yang mengusik nyamuk di telingaku
ya, aku hanya bisa melihat bersama anak-anakku
yang tangisnya lebih keras dari suara ledakan tawa dan kembang apimu
kami hanya bisa melihat, tak bisa menikmati
sebab untuk membeli segenggam beras saja kami tak mampu
langitkendal, 01012013/ 09.00
ataupun petasan yang akan ku ledakkan menyambut tahun baru
aku hanya bisa melihat dari jauh gemerlapnya bintang yang saling menyerang
dan dentuman nada-nada yang mengusik nyamuk di telingaku
ya, aku hanya bisa melihat bersama anak-anakku
yang tangisnya lebih keras dari suara ledakan tawa dan kembang apimu
kami hanya bisa melihat, tak bisa menikmati
sebab untuk membeli segenggam beras saja kami tak mampu
langitkendal, 01012013/ 09.00
Minggu, 23 Desember 2012
PESONA
sungguh
aku tak sanggup
menatap pesona wajahMu
yang benderang
di matahari
dan bernafas di embun suci
mengalir
selalu mengalir
tanpa henti di sungai hati
hadirMu adalah
bunga-bunga bermekaran
dan abadi wangi
langitkendal, 23122012/07.45 wib
: buam
aku tak sanggup
menatap pesona wajahMu
yang benderang
di matahari
dan bernafas di embun suci
mengalir
selalu mengalir
tanpa henti di sungai hati
hadirMu adalah
bunga-bunga bermekaran
dan abadi wangi
langitkendal, 23122012/07.45 wib
: buam
Rabu, 19 Desember 2012
LUKA YANG MAWAR
: kepada Eno
akulah mawar yang setiap pagi menyapa
dan memberi ruang wangi di jendela kamarmu
kau petik dan kau letakkan aku di pot-pot putihmu
akulah mawar berduri
penjaga matahari dan angin di kelopakmu
kini aku tak peduli dengan guguran daun tanpa makna
yang masih selalu kau jejalkan di telingaku aku tak butuh itu
aku hanya ingin
selalu menari bersama kupu-kupu
yang riang gembira mengitari bunga-bunga
lukaku mawar bersimbah darah
terbakar dan tersayat bersama airmata
aku rapuh bagai ranting yang peluh
tidak!!
aku tak boleh kalah dengan luka ini
aku pasti menang dari sindiran-sindiran angin malam
karena memang awalku adalah sang pemenang
lukaku mawar
namun tetap memberi wangi
di jendela kamar dan menyapamu
di setiap fajar, sayang ...
Pendopo Kabupaten Kendal, 16122012/ 11.00
: Bahrul Ulum A. Malik
akulah mawar yang setiap pagi menyapa
dan memberi ruang wangi di jendela kamarmu
kau petik dan kau letakkan aku di pot-pot putihmu
akulah mawar berduri
penjaga matahari dan angin di kelopakmu
kini aku tak peduli dengan guguran daun tanpa makna
yang masih selalu kau jejalkan di telingaku aku tak butuh itu
aku hanya ingin
selalu menari bersama kupu-kupu
yang riang gembira mengitari bunga-bunga
lukaku mawar bersimbah darah
terbakar dan tersayat bersama airmata
aku rapuh bagai ranting yang peluh
tidak!!
aku tak boleh kalah dengan luka ini
aku pasti menang dari sindiran-sindiran angin malam
karena memang awalku adalah sang pemenang
lukaku mawar
namun tetap memberi wangi
di jendela kamar dan menyapamu
di setiap fajar, sayang ...
Pendopo Kabupaten Kendal, 16122012/ 11.00
: Bahrul Ulum A. Malik
Langganan:
Postingan (Atom)
Tubuh Matahari
tubuh matahari di matamu kuning langsat tetiba hadir di rumahku tanpa salam pun pesan kau terus menyediakan angan bagi pertapa yang kensunyi...
-
entah seperti asing namaMu tak ada ruang luas bagiMu tuk leluasa menjelajahi setiap gerik nafasku aku yang yang sombong tak mau sujud ...
-
Saya bukan sastrawan, kritikus atau pengamat sastra. Kebetulan saja saya suka dengan sastra. Meski sastra kadang membingungkan dan menjadi ...
-
Jumlah aqoid ada 50 karena terdiri atas: Sifat wajib bagi Allah Swt. (20) Sifat mustahil bagi Allah Swt. (20) Sifat jaiz bagi Allah Swt. (1)...
